Label:

Menyimak Puing Kota Ephesus Yunani Kuno
Yunani - Ephesus adalah Kota Yunani Kuno di sebelah barat dari Anatolia, sekarang kota Selçuk, Provinsi Izmir, Turki. Epheus adalah salah satu dari dua belas kota dari liga Ionian dalam sejarah pemerintahan Yunani kuno.
Kota ini terkenal dengan candi Artemis yang selesai dibangun 550 SM, merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, candi ini di robohkan  di tahun 401 oleh massa yang di dalangi oleh St.John Chrysostom.
Kaisar Constantine I membangun kembali kota ini, tetapi ditahun 614 sebagian hancur lagi karena gempa bumi.
Kota yang menjadi pusat perdagangan ini pun melemah, terutama setelah pelabuhan yang semakin tahun makin tertutup oleh lumpur dan mengisolir kota ini.
Era Baru berkesempatan untuk mengikuti tour ke bekas kota Yunani jaman kuno  Ephesus di Kusadasi Turki. Perjalanan yang dimulai dari pelabuhan laut menuju ke reruntuhan Kota ini memakan waktu sekitar 25 menit.
Melintasi kebun-kebun zaitun atau olive sepanjang perjalanan, kami mendapat penjelasan dari pemandu wisata yang bernama Aykut. Dengan map negara Turki yang tergantung di Bus, dia menjelaskan sekilas tentang Turki, kemudian beralih menjelaskan tentang lokasi kota Kusadasi dimana kapal kami sandar.
Kusadasi sebagai daerah kunjungan  hanya berpenduduk 65.000 jiwa diluar musim turis. Tetapi begitu musim panas jumlah penduduk dan turis ikut menambah jumlah populasi kota kecil ini. Bahkan populasi harian bisa mencapai 500,000 jiwa.
Dengan berkembangnya wisata kapal pesiar, tempat ini menjadi destinasi kunjungan tetap kapal-kapal yang berlayar di lautan Egean dan Mediterianian. Tour ke Kota Ephesus di jual $ 139 termasuk makan siang, sementara biaya taxi $60  pulang pergi.
Kota yang bersejarah panjang ini masih jauh dari selesai, untuk terus digali oleh  para arkeolog karena luasnya dan benda-benda purbakala yang tercecer demikian banyak. Ini bukanlah suatu situs beberapa puluh meter, melainkan sebuah kota.
Tiket masuk ke situs ini adalah 20 Lira Turki atau sekitar Rp.100,000,-. Karena jumlah pengunjung yang selalu ramai dan untuk mempermudah pengawasan, maka tiketnya memakai sistem ‘bar code’, atau sandi garis.
Jadi setiap tiket ada kode sendiri, dan harus di masukkan ke mesin tiket dan akan otomatis membuka pintu antrean berpalang  seperti yang dipakai di stasiun-stasiun kereta api.
Kami memulai tour kota ini dari puncak bukit, dimana sejarah kota ini berawal. Pilar-pilar marmer ukuran sedang berjejer di sepanjang jalanan masuk yang juga terbuat dari batu marmer. Bahkan jalanan pun terbuat dari batu marmer.
Dari bukti-bukti yang terkumpul diperkirakan Ephesus ini sudah di huni 6000 tahun Sebelum Masehi.
Kuil Artemis, termasuk salah satu dari Tujuh Keajaiban dari Dunia Kuno. Kuil ini hanya di wujudkan oleh pilar-pilar yang tidak  mencolok mata pada saat penggaliannya oleh Museum Ingris di tahun 1870an.

Beberapa bangunan yang ditemukan antara lain:

pariwisata
Sisa bangunan Yunani Kuno yang masih lumayan utuh.(Wayan Manuh/ Era Baru)
Odeon – adalah bangunan teater yang dibangun oleh Vedius Antonius dan istrinya di tahun 150 Masehi merupakan ruang perjamuan kecil untuk bermain dan mengadakan pertunjukkan, dengan tempat duduk untuk 1500 orang, bertangga 22.
Bagian atas dari teater didekorasi dengan pilar-pilar granit merah dengan stil bangunan Corinth Yunani kuno. Pintu masuk dari kedua sisi panggung dihiasi beberapa anak tangga.
Candi Hadrian - Candi dari abad ke dua,  tetapi mengalami pemugaran pada abad ke empat dan telah didirikan kembali  dari bongkahan  reruntuhan yang masih selamat.
Relief bagian atasnya adalah buatan, karena yang aslinya di pajang di Museum Arkeologi Selçuk Kusadasi,Turki. Beberapa wajah yang digambarkan dalam relief, termasuk Kaisar Theodosius I dengan istri dan anak laki-lakinya yang tertua.
Candi  ini juga di jadikan ornamen dalam mata uang Turki pecahan 20 Lira.
Candi  Domitian - adalah candi terbesar dalam kota. Candi dibangun dengan pilar-pilar berukuran 8x13. Patung-patung dan candinya adalah beberapa yang masih berhubungan dengan Domitian.
Theater atau stadion multi guna jaman itu, tidak hanya untuk pertunjukkan budaya, gladiator, tetapi juga untuk pendidikan oleh pemerintah kepada rakyatnya. Barangkali, inilah bangunan sekolah jaman dulu.
Pusara dan Air mancur Pollio - dibangun untuk menghormati Sextilius Pollio, yang telah membangun jembatan pemipaan air (aqueduct) untuk kota Ephesus.
Ada dua ‘agora’ atau pasar komersial untuk melakukan bisnis negara, juga tergali di sekitar kota ini.
Candi Artemis – Candi yang termasuk satu dari tujuh keajaiban bangunan teerbesar jaman kuno. Dimana Artemis sebagai  Dewi Yunani dibuatkan candinya sebagai penghormatan.

yunanikuno2
Wisatawan memadati bangunan Yunani Kuno.(Wayan Manuh/ Era Baru News)
Tentang bagaimana sistem dan teori kota ini diperkirakan masih berada dibawah tanah dan harus digali. Para ilmuan hanya bisa dijelaskan bahwa hujan dan banjir telah menenggelamkan Kota ke dalam tanah.
Hanyutan lumpur telah menutup permukaan dermaga hingga sekarang menjadi tanah perkebunan.
Tentu saja teori ini masih jauh dari kebenaran karena para arkeolog sendiri masih meragukan hipotesanya. Apakah ini merupakan pesan moral bagi peradaban kita sekarang, bahwa satu peradaban manusia dimusnahkan dan muncul kembali peradaban baru?.
Mengapa mereka musnah dan terkubur, tentu ada sebabnya.
Demikian juga dengan batu-batu marmer yang demikian besar. Bagaimana masyarakatnya mengangkut dan membangunnya di daerah ini?. Bagaimana mendirikan dan  teknologi jaman kuno itu apa? Termasuk relief-relief pada batu marmer yang begitu keras tetapi sangat rapi ukirannya.(man/waa)

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan Ya Komentar Anda Untuk Blog Ini

Sabtu, 04 Februari 2012

Menyimak Puing Kota Ephesus Yunani Kuno
Yunani - Ephesus adalah Kota Yunani Kuno di sebelah barat dari Anatolia, sekarang kota Selçuk, Provinsi Izmir, Turki. Epheus adalah salah satu dari dua belas kota dari liga Ionian dalam sejarah pemerintahan Yunani kuno.
Kota ini terkenal dengan candi Artemis yang selesai dibangun 550 SM, merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, candi ini di robohkan  di tahun 401 oleh massa yang di dalangi oleh St.John Chrysostom.
Kaisar Constantine I membangun kembali kota ini, tetapi ditahun 614 sebagian hancur lagi karena gempa bumi.
Kota yang menjadi pusat perdagangan ini pun melemah, terutama setelah pelabuhan yang semakin tahun makin tertutup oleh lumpur dan mengisolir kota ini.
Era Baru berkesempatan untuk mengikuti tour ke bekas kota Yunani jaman kuno  Ephesus di Kusadasi Turki. Perjalanan yang dimulai dari pelabuhan laut menuju ke reruntuhan Kota ini memakan waktu sekitar 25 menit.
Melintasi kebun-kebun zaitun atau olive sepanjang perjalanan, kami mendapat penjelasan dari pemandu wisata yang bernama Aykut. Dengan map negara Turki yang tergantung di Bus, dia menjelaskan sekilas tentang Turki, kemudian beralih menjelaskan tentang lokasi kota Kusadasi dimana kapal kami sandar.
Kusadasi sebagai daerah kunjungan  hanya berpenduduk 65.000 jiwa diluar musim turis. Tetapi begitu musim panas jumlah penduduk dan turis ikut menambah jumlah populasi kota kecil ini. Bahkan populasi harian bisa mencapai 500,000 jiwa.
Dengan berkembangnya wisata kapal pesiar, tempat ini menjadi destinasi kunjungan tetap kapal-kapal yang berlayar di lautan Egean dan Mediterianian. Tour ke Kota Ephesus di jual $ 139 termasuk makan siang, sementara biaya taxi $60  pulang pergi.
Kota yang bersejarah panjang ini masih jauh dari selesai, untuk terus digali oleh  para arkeolog karena luasnya dan benda-benda purbakala yang tercecer demikian banyak. Ini bukanlah suatu situs beberapa puluh meter, melainkan sebuah kota.
Tiket masuk ke situs ini adalah 20 Lira Turki atau sekitar Rp.100,000,-. Karena jumlah pengunjung yang selalu ramai dan untuk mempermudah pengawasan, maka tiketnya memakai sistem ‘bar code’, atau sandi garis.
Jadi setiap tiket ada kode sendiri, dan harus di masukkan ke mesin tiket dan akan otomatis membuka pintu antrean berpalang  seperti yang dipakai di stasiun-stasiun kereta api.
Kami memulai tour kota ini dari puncak bukit, dimana sejarah kota ini berawal. Pilar-pilar marmer ukuran sedang berjejer di sepanjang jalanan masuk yang juga terbuat dari batu marmer. Bahkan jalanan pun terbuat dari batu marmer.
Dari bukti-bukti yang terkumpul diperkirakan Ephesus ini sudah di huni 6000 tahun Sebelum Masehi.
Kuil Artemis, termasuk salah satu dari Tujuh Keajaiban dari Dunia Kuno. Kuil ini hanya di wujudkan oleh pilar-pilar yang tidak  mencolok mata pada saat penggaliannya oleh Museum Ingris di tahun 1870an.

Beberapa bangunan yang ditemukan antara lain:

pariwisata
Sisa bangunan Yunani Kuno yang masih lumayan utuh.(Wayan Manuh/ Era Baru)
Odeon – adalah bangunan teater yang dibangun oleh Vedius Antonius dan istrinya di tahun 150 Masehi merupakan ruang perjamuan kecil untuk bermain dan mengadakan pertunjukkan, dengan tempat duduk untuk 1500 orang, bertangga 22.
Bagian atas dari teater didekorasi dengan pilar-pilar granit merah dengan stil bangunan Corinth Yunani kuno. Pintu masuk dari kedua sisi panggung dihiasi beberapa anak tangga.
Candi Hadrian - Candi dari abad ke dua,  tetapi mengalami pemugaran pada abad ke empat dan telah didirikan kembali  dari bongkahan  reruntuhan yang masih selamat.
Relief bagian atasnya adalah buatan, karena yang aslinya di pajang di Museum Arkeologi Selçuk Kusadasi,Turki. Beberapa wajah yang digambarkan dalam relief, termasuk Kaisar Theodosius I dengan istri dan anak laki-lakinya yang tertua.
Candi  ini juga di jadikan ornamen dalam mata uang Turki pecahan 20 Lira.
Candi  Domitian - adalah candi terbesar dalam kota. Candi dibangun dengan pilar-pilar berukuran 8x13. Patung-patung dan candinya adalah beberapa yang masih berhubungan dengan Domitian.
Theater atau stadion multi guna jaman itu, tidak hanya untuk pertunjukkan budaya, gladiator, tetapi juga untuk pendidikan oleh pemerintah kepada rakyatnya. Barangkali, inilah bangunan sekolah jaman dulu.
Pusara dan Air mancur Pollio - dibangun untuk menghormati Sextilius Pollio, yang telah membangun jembatan pemipaan air (aqueduct) untuk kota Ephesus.
Ada dua ‘agora’ atau pasar komersial untuk melakukan bisnis negara, juga tergali di sekitar kota ini.
Candi Artemis – Candi yang termasuk satu dari tujuh keajaiban bangunan teerbesar jaman kuno. Dimana Artemis sebagai  Dewi Yunani dibuatkan candinya sebagai penghormatan.

yunanikuno2
Wisatawan memadati bangunan Yunani Kuno.(Wayan Manuh/ Era Baru News)
Tentang bagaimana sistem dan teori kota ini diperkirakan masih berada dibawah tanah dan harus digali. Para ilmuan hanya bisa dijelaskan bahwa hujan dan banjir telah menenggelamkan Kota ke dalam tanah.
Hanyutan lumpur telah menutup permukaan dermaga hingga sekarang menjadi tanah perkebunan.
Tentu saja teori ini masih jauh dari kebenaran karena para arkeolog sendiri masih meragukan hipotesanya. Apakah ini merupakan pesan moral bagi peradaban kita sekarang, bahwa satu peradaban manusia dimusnahkan dan muncul kembali peradaban baru?.
Mengapa mereka musnah dan terkubur, tentu ada sebabnya.
Demikian juga dengan batu-batu marmer yang demikian besar. Bagaimana masyarakatnya mengangkut dan membangunnya di daerah ini?. Bagaimana mendirikan dan  teknologi jaman kuno itu apa? Termasuk relief-relief pada batu marmer yang begitu keras tetapi sangat rapi ukirannya.(man/waa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Ya Komentar Anda Untuk Blog Ini